Sejarah Kasogatan

Kasogatan adalah kelompok Tantrayana yang pertama lahir di masa kebangkitan kembali agama Buddha di Indonesia yang dipelopori oleh mendiang Bhikkhu Ashin Jinnarakitta Mahathera  pada tahun 1953-6. Dipelopori oleh mendiang Romo Giriputra Soemarsono dan Romo Dharmesvara Oka Diputhera, Kasogatan lahir dari dorongan hati nurani untuk menggali kembali khazanah agama Buddha yang pernah jaya di Nusantara, yakni pada zaman keprabuan Majapahit (abad 13 - 16 M), zaman kedatuan Sriwijaya (abad 7 - 13 M), serta pada zaman Mataram purba (abad 6 - 10 M).  Puncak kejayaan agama Buddha di tanah air terekam pada candi Borobudur yang merupakan salah satu monumen keajaiban dunia.

Dalam menceritakan pengalamannya, Romo Oka Diputhera (17 Agt 1932 - 19 Jan 2011) memaparkan:
“Menggali khasanah agama Buddha nenek moyang kita, bukan berarti kita hendak mengambil abunya, tetapi kita berusaha mengambil apinya, yang bagi kami merupakan suatu panggilan karma, yang akan kami upayakan untuk mewujudkannya dalam kenyataan. Dengan motivasi spiritual ini, Romo Giriputra Soemarsono dan Romo Dharmesvara Oka Diputhera telah bertekad untuk menemukan kembali agama Buddha yang berkepribadian Indonesia, agama Buddha yang kami gali dari tanah Buddha Nusantara. Cita-cita kami tersebut, telah kami wujudkan dengan membentuk sebuah majelis agama Buddha yang kami namai Majelis Dharma Duta Kasogatan Indonesia pada tahun 1976.”

Istilah Kasogatan mempunyai hakekat dan sejarah penting dilihat dari segi kepribadian bangsa, karena digunakan pada zaman Majapahit untuk menyebut Ke-Buddha-an. Kasogatan berasal dari kata Sugata, yaitu salah satu gelar maha agung Sang Buddha, yang berarti yang berbahagia.  Dalam keprabuan Majapahit, penasehat agung Maharaja Hayam Wuruk dari Agama Buddha bergelar Dharmadhyaksa ring Kasogatan, sedangkan dari Agama Siwa disebut Dharmadhyaksa ring Kasewan.  Ajaran agama Buddha (Kasogatan) yang berkembang di Nusantara masa itu terangkum dalam kitab suci Sanghyang Kamahayanikan yang memadukan aliran Buddha Tantrayana dan Mahayana yang dianut oleh nenek moyang kita dalam satu panunggalan yang utuh.

SEJARAH YAYASAN SATYA DHARMA SURYA INDONESIA

Yayasan Satya Dharma Surya Indonesia yang didirikan tahun 1987 adalah wadah umat Tantrayana beraliran Zhenfo Zong pertama di Indonesia. Sejarahnya berawal dari umat Buddha yang bernama Harsono yang menekuni ajaran Tantrayana pada tahun 1985. Pada suatu kunjungannya ke Amerika menemui Maha Acarya Liansheng tahun 1986, Sdr. Harsono diberkahi air suci oleh Sang Maha Acarya. Sejak itu sakit kepala yang telah dideritanya selama 8 tahun sembuh. Setelah kembali ke Indonesia Sdr. Harsono berubah, yakni setiap pagi melaksanakan meditasi dan tekun bersembahyang.  Beliaupun mulai memimpin kelompok kebaktian dengan tata ritual Tantrayana.

Saat itu umat Tantrayana Zhenfo Zong yang berjumlah kurang lebih 200 orang melaksanakan puja bhakti dengan menumpang pada satu vihara ke vihara lain karena tidak tersedianya fasilitas bersembahyang yang tetap. Sdr. Harsono mengajak beberapa umat untuk mendirikan Yayasan Satya Dharma Surya Indonesia pada tahun 1987, dan pada tahun 1987 membangun sebuah vihara di daerah Muara Karang, Jakarta Utara yang diberi nama Vihara Vajra Bumi Jayakarta (Foguangtang) sebagai tempat ibadah Zhenfo Zong pertama di Indonesia.

Sdr. Harsono diupasampada sebagai Vajracarya pada pertengahan tahun 1987 oleh Maha Acarya Liansheng.

PENGGABUNGAN YAYASAN SATYA DHARMA SURYA INDONESIA  DAN KASOGATAN

Pada bulan Oktober 1988 seluruh jajaran pimpinan Yayasan Satya Dharma Surya Indonesia dengan seluruh umat Buddha yang dibinanya berintegrasi ke dalam Majelis Dharma Duta Kasogatan Indonesia.  Penggabungan ini dimaksudkan untuk membantu pembauran secara wajar melalui jalur agama Buddha dan jalur sosial budaya, serta terwujudnya terwujudnya agama Buddha yang berorientasi kepada kepribadian dan budaya Indonesia.

Sehubungan dengan penggabungan mahzab agama Buddha ke dalam sangha-sangha dan majelis-majelis Agama Buddha yang menjadi anggota Perwalian Umat Budha Indonesia, Majelis Dharma Duta Kasogatan Indonesia yang  akan masuk dalam mahzab Tantrayana berubah nama menjadi Majelis Agama Buddha Tantrayana Kasogatan Indonesia, disingkat KASOGATAN, yang diresmikan pada tahun 1998.  Majelis berganti nama menjadi Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan Indonesia pada tahun 2001.

Copyright by Zhenfo Zong Indonesia. All rights reserved. Powered by Auto Web Manager