Kemenag Alokasikan Dana Rp 500juta / Dhammasekha


kemenagalokasikandanarp500jutaJakarta, Harian Nusantara - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mengalokasikan dana Rp500 juta per unit kegiatan Dhammasekha, program pendidikan agama dan keagamaan Buddha yang berbasis non-formal. Dirjen Bimas (Bimbingan Masyarakat) Buddha Kemenag sudah menginventarisasi 35 tempat untuk penyelenggaraan Dhammasekha. Rencananya, Dhammasekha akan diselenggarakan secara merata di seluruh Indonesia. “Dhammasekha merupakan program unggulan Dirjen Bimas Buddha. Program tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 55/2007 tentang pendidikan agama dan keagamaan,” Sekretaris Dirjen (Sesdirjen) Bimas Buddha Kemenag Dasikin mengatakan kepada Harian Nusantara (13/11).
PP 55/2007 menjelaskan bahwa berbagai jenis pendidikan agama dan keagamaan Buddha, termasuk Pabbaja Samanera dan sekolah minggu. Dhammasekha juga terdiri dari beberapa core. Kegiatan di setiap core berbeda satu sama lainnya. Ada core ketrampilan, dimana peserta diarahkan untuk inovatif dan kreatif. Core keterampilan tidak lepas dari program pemerintah pusat, yaitu pengembangan ekonomi kreatif. Sedangkan core agama lebih diarahkan pada kegiatan pendidikan di luar sekolah. “Setiap hari Senin sampai Jumat, setelah anak-anak pulang sekolah. Mereka berkumpul di Dhammasekha. Mereka belajar mengenai budi pekerti, ketrampilan, dan nilai-nilai luhur budaya.”
Pada akhir pekan, Sabtu atau Minggu sore, kegiatan Dhammasekha bisa terselenggara. Tetapi kegiatan di Dhammasekha tidak mengarah pada satu sekte atau mazhab tertentu. Dhammasekha diarahkan untuk kegiatan agama dan keagamaan Buddha non-sekte. “Tidak ada tata cara kebaktian atau pengertian mazhab tertentu. Kami punya program ini bekerjasama dengan lembaga keagamaan. Kami sudah sosialisasikan program ini di berbagai acara baik formal maupun informal.”
Program Dhammasekha pada prinsipnya, bersinergi dengan program yang sudah ada. Karena kepengurusan di setiap Wihara, dan Majelis, sudah punya program masing-masing. Tetapi dengan program Dhammasekha, tidak tertutup kemungkinan untuk saling mengisi dan bersinergi. “Misalkan ada Wihara yang sudah punya program Pabbaja. Kita kerjasama untuk peningkatannya. Program kerjasama bukan hanya sebatas dengan pengurus Wihara, Majelis, tetapi (pengurus) lembaga keagamaan.”
Kemenag menyampaikan program tersebut kepada seluruh lapisan masyarakat. Sampai saat ini, baru ada satu kepengurusan Wihara yang merespons Dhammasekha, yaitu Bodhi Citta di Tangerang. “Pengurus Yayasannya datang ke sini (gedung Kemenag di Jl. MH Thamrin No. 6).”
Pertemuan pengurus dengan Sesdirjen akhirnya mencapai pada satu titik temu. Visi dan Misi ternyata parallel satu sama lainnya. Akhirnya ada kesepakatan untuk menindak-lanjuti program Dhammasekha di wilayah Tangerang, khususnya Bodhi Citta. Kebetulan di beberapa wilayah provinsi Banten, termasuk Tangerang, Serpong, Serang, perkembangan agama Buddha berjalan pesat. “Sehingga Boddhi Citta menjadi proyek percontohan Dhammasekha. Kalau ini sukses, kita akan tingkatkan ke lembaga lain, bukan hanya di Banten, tetapi di seluruh Indonesia.”
Sesdirjen juga melihat perkembangan dan pembangunan rumah-rumah ibadah agama Buddha semakin meningkat. Sehingga Pemerintah terus memperkuat empat fungsi rumah ibadah. Kemenag mencanangkan Visi dan Misi, termasuk pembangunan masyarakat yang taat beragama, rukun melalui empat fungsi rumah ibadah. Ke-empat fungsi tersebut antara lain fungsi agama secara utuh, sosial, pendidikan dan kebudayaan. “Brahma Wihara, caitya, Wihara, atau apa saja (bentuknya) asal tempat ibadah umat Buddha, harus mengakomodasi empat fungsi tersebut.”
Tempat ibadah agama Buddha harus semakin terbuka. Karena kegiatan pendidikan, ibaratnya berlangsung sejak dari dalam kandungan sampai meninggal dunia. Pendidikan sekarang ini bukan lagi sebatas tanggung-jawab orang tua, dan guru. Tetapi pendidikan dalam arti yang lebih luas, sekarang sudah melibatkan para pengurus rumah ibadah. Sehingga Pemerintah berharap, para pengurus Wihara bekerjasama dengan Yayasan bisa mendirikan sekolah berciri-khas agama Buddha. “Sehingga sekolah formal berciri-khas agama Buddha menanamkan pengertian Buddha Dharma sejak usia dini.” (LHS). Sumber : Harian Nusantara, 14 November 2013

Prev Next

Buku Mencerminkan Hatiku

Berita ZFZ

Buku Mencerminkan Hatiku

"Dharma yang diturunkan secara tertulis dapat memberi manfaat kepada banyak generasi yang akan datang." Itulah jawaban Sheng-yen Lu ketika ditanya mengapa ia sangat tekun menorehkan karya tulisnya. Banyak yang tidak menyadari,...

Read more

Rekaman Upacara Argam Puja Mahamayuri Y.…

Berita ZFZ

Melalui kerja keras dari semua pihak, rekaman upacara Argam Puja Mahamayuri telah selesai dibuat. Video rekaman bisa Anda saksikan di situs TBF: koleksi ceramah Dharma Y.A. BuddhaHidup Lian Sheng. Mulacarya Zhenfo Zong...

Read more

Dharma With Love

Berita ZFZ

Dharma With Love merupakan tema kegiatan akhir tahun yang diselenggarakan di Vihara Vajra Bumi Nusantara pada 28 Desember 2012 hingga 1 Januari 2013. Kegiatan ini terlelenggara berkat kerjasama Pazhenka DPD...

Read more

Four Face Buddha

Berita ZFZ

Tidak terasa rupang Shi mian fo/Four Face Buddha sudah lebih dari 2 tahun berada di halaman Vihara Vajra Bumi Nusantara. Jumat tanggal 9 November 2012 kalender international adalah hari ulang...

Read more

Upacara Agung Rantai Vajra Kalachakra

Berita ZFZ

Upacara Agung Rantai Vajra Kalachakra

Upacara Agung Rantai Vajra Kalachakra yang paling dalam, paling luar biasa, paling tinggi akan ditransmisikan perdana di Jakarta, Indonesia. Waktu upacara: 25 Maret 2012 (Minggu), pukul 14.00 WIB. Mengundang Y.A. Grandmaster Lu...

Read more

Acarya Lianning Pemimpin Zhenfo Zong Gen…

Berita ZFZ

Acarya Lianning Pemimpin Zhenfo Zong Generasi Kedua

Y.A. Buddha Hidup Liansheng menganugrahi langsung jubah silsilah Ganden Tripa Rinpoche kepada Dharmaraja Acarya Lianning serta mengangkatnya menjadi pemimpin Zhenfo Zong generasi kedua. Perintis Zhenfo Zong Y.A. Buddha Hidup Liansheng, dalam...

Read more

Homa Padmakumara Perdana di Desa Sumber …

Berita ZFZ

Homa Padmakumara Perdana di Desa Sumber Pang

Wagir adalah salah satu kecamatan yang ada di kabupaten malang jawa timur, disana ada sebuah Desa yang bernama Sumber Pang. Desa ini di huni oleh sekitar 200 keluarga penduduk pribumi,...

Read more

Upacara Ratna Desana Satya Buddha dan HU…

Berita ZFZ

Tangerang -  Pada 19 Juni 2011, Ada yang tampak berbeda dari tiap-tiap sudut Vihara Vajra Bumi Nusantara. Ternyata pada tanggal tersebut, Vihara Vajra Bumi Nusantara akan menyambut kedatangan para umat...

Read more

Upacara Homa Pertama Cetya Vajra Bumi Si…

Berita ZFZ

Upacara Homa Pertama Cetya Vajra Bumi Singaperbangsa

Setelah direncanakan sekian lama, akhirnya rencana Cetya Vajra Bumi Singaperbangsa (CVBS), Karawang untuk menyelenggarakan sebuah Upacara Api Homa untuk memberkati Cetya, para umat se-Dharma serta memutar Dharmachakra dapat terwujud. Tepatnya,...

Read more

Upacara Pertobatan (Ratna Desana) Satya …

Berita ZFZ

Tanggal 5 April 2011 yang bertepatan dengan hari perayaan Qingming, Vihara Vajra Bumi Jayakarta menyelenggarakan Upacara Pertobatan (Ratna Desana) Satya Buddha yang dipimpin oleh Vajra Acarya Shi Lianhong dengan didampingi...

Read more

Upacara Apihoma Bodhisattva Ksitigarbha …

Berita ZFZ

Minggu, 3 April 2011 Vihara Vajra Bumi Nusantara menggelar “Upacara Apihoma pemberkahan dan penyeberangan Bodhisattva Ksitigarbha” dalam rangka memperingati hari Qingming (Ziarah) yang mana-pada penanggalan Internasional jatuh di tanggal 5 April...

Read more

Dharmaraja Liansheng Hadir di Indonesia

Berita ZFZ

Setelah berselang 17 tahun, 18 Februari 2011 (Jumat), Mulacarya Zhenfo Zong Buddha Hidup Liansheng kembali hadir di Indonesia, diikuti oleh Acarya Lianji, Acarya Lianning, Acarya Lianhe, Acarya Lianfu, Acarya Lianchong,...

Read more

Copyright by Zhenfo Zong Indonesia. All rights reserved. Powered by Auto Web Manager