Pancasila Buddhis

Berwelas kasih tidak membunuh

memandang semua makhluk hidup adalah sederajat, oleh karena itu jangan membunuh. Agama Buddha mengutamakan bahwa Buddhata itusamata, dan menganjurkan berwelas kasih untuk penyelamatan, itu sebabnya Sang Buddha lewat ajaran samata dan maitri karuna menunjukkan bahwa semua makhluk memiliki Buddhata, tidak tidak boleh dibunuh. Konghucu berkata bahwa tidak tega menyantap dagingnya setelah mendengar suara rintihannya. Welas kasih sungguh sebuah dasar utama menujju Jalan Kebenaran. Seorang sadhaka hendaknya berwelas kasih dan menaruh simpati untuk tidak membunuh makhluk hidup, tidak menciptakan karma kebencian, dengan demikian semua makhluk akan hidup secara alami, pertengkaran dan kebencian dapat dihindari, dan dunia universal pun terwujud.

Bersikap alim tidak mencuri
seorang hendaknya menjaga kejujuran. Anggaplah semua jasa, nama, keuntungan, dan kejayaan ibarat sebuah lembayung, jangan sampai tergoda oleh faktor materi lantas melakukan penipuan atau perampokan. seorang sadaka tidak boleh mengambil yang bukan miliknya, karena mengambil yang tidak diberikan, mengambil yang bukan bagiannya, mengambil yang bukan haknya, semuanya termasuk tindak pencurian. Ketahuilah, banyak manusia yang tidak memahami sila ini dan tidak memiliki solidaritas, sehingga setiap hari muatan surat kabar sarat dengan kasus perampokan dan pencurian. Ketenangan masyarakat akan terpelihara apabila setiap orang mematuhi sila ini.

Menjaga kesucian diri tidak berzinah
yang dimaksud tidak berjinah adalah perzinahan di luar hubungan suami istri yang resmi, Sebagai orang yang belajar Jalan Kebenaran, ketemu wanita cantik ibarat ketemu macan ganas, seharusnya ditakuti dan dijauhi; suami istri harus saling menghormati; menganggap wanita yang lebih tua sebagai ibu; menganggap wanita yang lebih muda sebagai adik;.Jangan sampai timbul khayalan perzinahan. Ketahuilah, tubuh wanita pesona terdapat sebilah pedang yang siap menghunus pria, wa;aupun tidak tampak kepala manusia jatuh tergolek, diam-diam membuat sumsum tulang pria mengering. Sebait pepatah panjang usia berbunyi, "Apakah orang awam mampu merasa puas atas berkah bawaan? "Apakah bisa menjaga keutuhan energi pada usia remaja? Apakah tidak menyelewang setelah menikah? Apakah bisa tidak memadui pelayan wanita diluar istri sah? Selain pelayan wanita, apakah bisa tidak berbuat maksiat dengan wanita asusila atau melecehi wanita dibawah umur? Tubuh manusia bukan terbuat dari baja, perzinahanakan menguras habis energi dan membuan imun menjadi rapuh." Oleh karena itu, menjaga kesucian diri, selain dapat memperpanjang usia, jiwa pun tidak akan menyimpang untuk memperoleh Jalan Kebenaran.

Bersikap jujur tidak berdusta
kejujuran merupakan landasan dasar langit dan bumi. Agar hati manusia dapat menyatu dengan hati yang di Atas, faktor utama adalah kejujuran. Tanpa kejujuran, tidak akan ada rasa hormat, tidak ada gunanya berbicara Jalan Kebenaran, omong kosong. Membodohi orang dengan tipu muslihat, menipu orang lewat perkataan manis, suka berbohong, berbicara tidak sebenarnya, memutarbalikkan fakta, semua ini adalah dusta. Perkataan munafik dan penipuan jangan sembarangan diucapkan, hal itu akan membuahkan karma ucapan.

Tidak minum minuman keras agar pikiran tidak kacau
masalah minuman keras, nasihat orang bijak zaman dulu berbunyi, "Jangan kira manusia itu dewa arak, kalau sudah mabuk apapun bisa terjadi, mengundang bencana dan menghancurkan kepercayaan, setelah sadar, menyesal pun tiada gunanya lagi." Seorang sadhaka hendaknya menjaga kesadaran dan jangan sembarangan menyentuh minuman keras. Minuman keras ibarat narkotik, sekali mabuk, kepribadian pun mencadi cacat. Banyak kejadian tidak wajar yang dikarenakan mabuk-mabukan. Orang yang mendalami Jalan Kebenaran harus menjaga ketenangan batin dan kebersihan jiwa, patuhilah sila tidak minum minuman keras ini,

Last Updated on Wednesday, 03 July 2013 18:16

Hits: 1719

14 Sila Dasar Tantra

Tidak menghormati Mulacarya melalui ucapan, pikiran dan perbuatan.

Penjelasan: Mulacarya mewakili Buddha membabarkan Dharma, merupakan perwujudan dari Tri Ratna. Dalam Tantrayana, Catur Sarana yang pertama adalah bersarana kepada Mulacarya, untuk itu sehari-hari hendaknya memperlakukan Mulacarya layaknya seorang Buddha. Sebelum bersarana, hendaknya seorang siswa terlebih dahulu memahami Mulacarya, agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari, yang mengakibatkan tidak menghormati Mulacarya melalui ucapan, pikiran dan perbuatan. Begitu bersarana, hendaknya menghormati serta menghargai Mulacarya, dengan demikian akan memperoleh karma baik dan kelak mencapai keberhasilan dalam mempelajari Buddha Dharma. Sebaiknya apabila mengecam Mulacarya, berarti telah melanggar sila ke-1 dari '14 Mula Sila Tantrayana' dan kelak akan terjerumus ke dalam Neraka Vajra. Bila setelah bersarana kepada mulacarya ternyata Mulacarya tersebut memang tidak benar, dan tidak memiliki kemampuan dalam Buddha Dharma, maka jauhilah Mulacarya tersebut dan bersarana kepada Mulacarya lain yang sejati. Namun sebagai seorang sadhaka Vajrayana, janganlah mengecam mantan Mulacarya tersebut.

Tidak mematuhi Tata Sila dalam Tantra maupun non Tantra.

Penjelasan: Dalam Tantrayana maupun non Tantra terdapat banyak sila, dan sila-sila ini bermaksud untuk mencegah umat Buddha melakukan perbuatan jahat, antara lain Pancasila Budhis, Kusala Karmapatha dan 250 sila. Kekuatan yang diperoleh dari mematuhi sila disebut kekuatan sila. Sadhaka Vajrayana wajib mematuhi Tata Sila dalam Tantrayana maupun non Tantra.

Menaruh rasa dendam dan menghujat sadhaka sedharma.
Penjelasan: Sesama saudara sedharma baik Tantra maupun non Tantra, hendaknya tidak menaruh rasa dendam ataupun menghujat. Oleh sebab itu, dalam Zhenfo Zong terdapat sila yang amat penting, yaitu 'Menghormati saudara sedharma dan menghormati Mulacarya'.

Tidak memiliki maitri karuna.
Penjelasan: Sadhaka Vajrayana hendaknya memiliki maitri karuna, janganlah beriri hati.

Gentar akan kesulitan dan meninggalkan Bodhicitta.
Penjelasan: Hendaknya memiliki maitri karuna dalam upaya membebaskan sesama mahluk dari samsara, sekalipun terhadap insan yang berwatak jahat. Tidak gentar dan tidak patah semangat dengan menyadarkan bahwa semua mahluk memiliki sifat Buddha. Gentar terhadap kesulitan akan mengakibatkan lenyapnya Bodhicitta, padahal dalam mengembangkan Bodhicitta yang utama adalah membantu bebaskan sesama mahluk dari samsara.

Mengecam sutra Tantrayana maupun non Tantra bukan berasal dari Buddha.
Penjelasan: Dewasa ini di kalangan masyarakat banyak orang mengecam bahwa sutra yang ini palsu, sutra yang itu palsu. Hendaknya jangan sembarangan memberi komentar bila belum mengerti dengan jelas, sebab salah komentar dalam hal ini merupakan kecaman yang juga melanggar sila.

Mengajari Sadhana Tantra tanpa memiliki kualifikasi.
Penjelasan: Hanya orang yang meiliki kualifikasi seorang Acarya, yang telah diakui keabsahannya oleh seorang Mulacarya dan Adinata, baru diperkenankan mengajari Sadhana Tantra, dan itupun setelah ia mampu melebur dalam samudera kemurnian sifat Vairocana. Jadi kalau belum memperoleh abhiseka dan keabsahan dari Mulacarya, seseorang tidak diperkenankan mengajari Sadhana Tantra.

Melekat pada panca skandha yang merugikan sesama.
Penjelasan: Seorang Vajracarya layaknya seorang Buddha, dan sadhaka Vajrayana juga layaknya Pewaris Dharma. Perbuatan merugikan orang lain dan menyakiti diri sendiri yang penuh dengan kemelekatan pada panca skandha, semua ini tidak sesuai dengan vinaya Buddha Dharma.

Mengabaikan sunya dan abhava.
Penjelasan: Sunya dan abhava kedua-duanya amat penting. Dan jangan mengabaikan upaya pelatihan mencapai sunyata.

Bersekutu dengan orang yang mengecam Buddhadharma dan merugikan sesama.
Penjelasan: Sila ke-10 ini kelihatannya bertentangan dengan sila ke-5, sebenarnya tidak demikian. Kita boleh berupaya membantu bebaskan mereka yang mengecam Buddhadharma agar meninggalkan samsara, begitu pula mereka yang perbuatannya merugikan orang banyak; namun kita tidak bersekutu dengan mereka, artinya kita tidak melibatkan diri dengan perbuatan mereka, juga tidak bersenda gurau dengan mereka.

Memamerkan kekuatan spiritual dan melupakan makna mulia sebenarnya.
Penjelasan: Sering memamerkan kekuatan spiritual pribadi, dan telah melupakan makna mulia semula belajar Sadhana Tantra, yaitu mencapai ke-Buddha-an, membantu bebaskan sesama mahluk dari samsara serta mengembangkan Bodhicitta.

Tidak mengajarkan Sadhana Tantra yang sejati berarti merusak akar kebajikan.
Penjelasan: Seorang Acarya yang sejati wajib mengajarkan Sadhana Tantra yang sejati, dan membantu bebaskan sesama mahluk dari samsara. Kalau tidak, ia telah merusak akar kebajikan dan termasuk melanggar sila.

Tidak memiliki alat ritual yang lengkap.
Penjelasan: Setiap pelatihan dan pengajaran Sadhana Tantra harus memiliki perlengkapan alat ritual yang komplit, agar tidak melanggar sila.

Mengecam kebijaksanaan kaum wanita.
Penjelasan: Tidak mengecam kebijaksanaan kaum wanita, berarti menjalani konsep persamaan derajat.

Sadhaka yang telah menerima abhiseka Catursarana, wajib memahami dan mematuhi 14 Mula Sila Tantrayana.

Sumber: Vinaya Tantrayana

Last Updated on Wednesday, 03 July 2013 18:21

Hits: 1756

Prev Next

Buku Mencerminkan Hatiku

Berita ZFZ

Buku Mencerminkan Hatiku

"Dharma yang diturunkan secara tertulis dapat memberi manfaat kepada banyak generasi yang akan datang." Itulah jawaban Sheng-yen Lu ketika ditanya mengapa ia sangat tekun menorehkan karya tulisnya. Banyak yang tidak menyadari,...

Read more

Rekaman Upacara Argam Puja Mahamayuri Y.…

Berita ZFZ

Melalui kerja keras dari semua pihak, rekaman upacara Argam Puja Mahamayuri telah selesai dibuat. Video rekaman bisa Anda saksikan di situs TBF: koleksi ceramah Dharma Y.A. BuddhaHidup Lian Sheng. Mulacarya Zhenfo Zong...

Read more

Dharma With Love

Berita ZFZ

Dharma With Love merupakan tema kegiatan akhir tahun yang diselenggarakan di Vihara Vajra Bumi Nusantara pada 28 Desember 2012 hingga 1 Januari 2013. Kegiatan ini terlelenggara berkat kerjasama Pazhenka DPD...

Read more

Four Face Buddha

Berita ZFZ

Tidak terasa rupang Shi mian fo/Four Face Buddha sudah lebih dari 2 tahun berada di halaman Vihara Vajra Bumi Nusantara. Jumat tanggal 9 November 2012 kalender international adalah hari ulang...

Read more

Upacara Agung Rantai Vajra Kalachakra

Berita ZFZ

Upacara Agung Rantai Vajra Kalachakra

Upacara Agung Rantai Vajra Kalachakra yang paling dalam, paling luar biasa, paling tinggi akan ditransmisikan perdana di Jakarta, Indonesia. Waktu upacara: 25 Maret 2012 (Minggu), pukul 14.00 WIB. Mengundang Y.A. Grandmaster Lu...

Read more

Acarya Lianning Pemimpin Zhenfo Zong Gen…

Berita ZFZ

Acarya Lianning Pemimpin Zhenfo Zong Generasi Kedua

Y.A. Buddha Hidup Liansheng menganugrahi langsung jubah silsilah Ganden Tripa Rinpoche kepada Dharmaraja Acarya Lianning serta mengangkatnya menjadi pemimpin Zhenfo Zong generasi kedua. Perintis Zhenfo Zong Y.A. Buddha Hidup Liansheng, dalam...

Read more

Homa Padmakumara Perdana di Desa Sumber …

Berita ZFZ

Homa Padmakumara Perdana di Desa Sumber Pang

Wagir adalah salah satu kecamatan yang ada di kabupaten malang jawa timur, disana ada sebuah Desa yang bernama Sumber Pang. Desa ini di huni oleh sekitar 200 keluarga penduduk pribumi,...

Read more

Upacara Ratna Desana Satya Buddha dan HU…

Berita ZFZ

Tangerang -  Pada 19 Juni 2011, Ada yang tampak berbeda dari tiap-tiap sudut Vihara Vajra Bumi Nusantara. Ternyata pada tanggal tersebut, Vihara Vajra Bumi Nusantara akan menyambut kedatangan para umat...

Read more

Upacara Homa Pertama Cetya Vajra Bumi Si…

Berita ZFZ

Upacara Homa Pertama Cetya Vajra Bumi Singaperbangsa

Setelah direncanakan sekian lama, akhirnya rencana Cetya Vajra Bumi Singaperbangsa (CVBS), Karawang untuk menyelenggarakan sebuah Upacara Api Homa untuk memberkati Cetya, para umat se-Dharma serta memutar Dharmachakra dapat terwujud. Tepatnya,...

Read more

Upacara Pertobatan (Ratna Desana) Satya …

Berita ZFZ

Tanggal 5 April 2011 yang bertepatan dengan hari perayaan Qingming, Vihara Vajra Bumi Jayakarta menyelenggarakan Upacara Pertobatan (Ratna Desana) Satya Buddha yang dipimpin oleh Vajra Acarya Shi Lianhong dengan didampingi...

Read more

Upacara Apihoma Bodhisattva Ksitigarbha …

Berita ZFZ

Minggu, 3 April 2011 Vihara Vajra Bumi Nusantara menggelar “Upacara Apihoma pemberkahan dan penyeberangan Bodhisattva Ksitigarbha” dalam rangka memperingati hari Qingming (Ziarah) yang mana-pada penanggalan Internasional jatuh di tanggal 5 April...

Read more

Dharmaraja Liansheng Hadir di Indonesia

Berita ZFZ

Setelah berselang 17 tahun, 18 Februari 2011 (Jumat), Mulacarya Zhenfo Zong Buddha Hidup Liansheng kembali hadir di Indonesia, diikuti oleh Acarya Lianji, Acarya Lianning, Acarya Lianhe, Acarya Lianfu, Acarya Lianchong,...

Read more
Prev Next

10 Pahala Pelepasan Satwa

Sadhana Tantra

Pelepasan satwa (fangshen/Satwamocana) memiliki sepuluh pahala kebajikan berikut: 1. Tiada petaka akibat senjata tajam dan peperangan. 2. Berbagai kemujuran akan berkumpul. 3. Panjang usia dan sehat.Sutra Buddha mengatakan : seorang yang menjalankan sila...

Read more

Makna Bersarana

Sadhana Tantra

Bersarana adalah berlindung, bersandar, dan penyelamatan. bersarana pada Mula Acarya, bersarana pada Buddha, bersarana pada Dharma,bersarana pada Sangha, yang dinamakan Catursarana. Bersarana pada Vajra Acarya karena Mula Acarya sendiri telah mendapat...

Read more

Niat Tulus Bertemu Mahaguru

Sadhana Tantra

Niat Tulus Bertemu Mahaguru

Sebagaimana murid Zhenfo Zong lainya, saya juga mempersiapkan diri untuk menyongsong kedatangan Mahaguru Liansheng ke Indonesia dalam rangka peluncuran buku Mahaguru berbahasa Indonesia yang ke-191 berjudul ‘Ekskalasi Alam Dewa’. Selasa, tanggal...

Read more

Sembilan Langkah Pernafasan

Sadhana Tantra

Melakukan Sembilan Langkah Pernafasan sebelum memasuki samadhi bermaksud untuk menghentikan pengembaraan pikiran dengan memperhatikan pernafasan. Manfaatnya besar sekali. Ini adalah hasil penghayatan dan pengalaman saya saya (Mahaguru Liansheng) selama melatih...

Read more

Cara Penggunaan Japamala

Sadhana Tantra

Cara Penggunaan Japamala

Melakukan Sembilan Langkah Pernafasan sebelum memasuki samadhi bermaksud untuk menghentikan pengembaraan pikiran dengan memperhatikan pernafasan. Manfaatnya besar sekali. Ini adalah hasil penghayatan dan pengalaman saya saya (Mahaguru Liansheng) selama melatih...

Read more

Copyright by Zhenfo Zong Indonesia. All rights reserved. Powered by Auto Web Manager