Homa Padmakumara Perdana di Desa Sumber Pang

Wagir adalah salah satu kecamatan yang ada di kabupaten malang jawa timur, disana ada sebuah Desa yang bernama Sumber Pang. Desa ini di huni oleh sekitar 200 keluarga penduduk pribumi, yang terbagi menjadi 4 RT. 

Jaman dahulu mayoritas penduduk di Desa ini adalah pemeluk agama Buddha, namun karena kurangnya pembinaan menjadi salah satu penyebab berkurangnya pememeluk agama Buddha di Desa ini, yang sekarang hanya tinggal sekitar 10 keluarga. Vihara Vajra Bumi Buddhaloka yang digunakan sebagai tempat ibadah untuk para Sadhaka di Desa ini menjadi tidak terawat, rusak dan tidak layak pakai sejak beberapa tahun yang lalu.

Pada tahun 2011, atas berkah dan karma baik seorang donatur dari Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan dari Malang dengan welas asih merenovasi Vihara Vajra Bumi Buddhaloka, dan pada tanggal 3 Juli 2011 Vihara Vajra Bumi Buddhaloka diresmikan penggunaanya dengan dihadiri oleh warga masyarakat sekitar dan pemerintah daerah setempat.

Berselang beberapa hari kemudian Pandita Lokapalasraya Tasimun dari kabupaten Cilacap provinsi Jawa Tengah datang ke Vihara Vajra Bumi Buddhaloka untuk memberi  pembinaan kepada umat Buddha  di Vihara Vajra Bumi Buddhaloka.

Tanggal 17 Juli 2011, Vajra Acarya Shi Lianhong datang ke Vihara ini untuk memberkahi altar dan memimpin ritual puja apihoma, pemberkahan dan penyebrangan Padmakumara Putih. Acara yang dihadiri oleh seluruh umat Buddha Tantrayana se-Jawa Timur ini berlangsung sangat meriah.

Dalam sambutannya saudara Joko (Ketua VVB Buddhaloka) menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah membangunan dan merenovasi VVB Buddhaloka, dan juga kepada Pandita Lokapalasraya Tasimun yang berkenan untuk memberi pembinaan selama beberapa hari ini, kepada penyelenggara upacara yaitu Cetya Vajra Bumi Sasana Boddhi kota Malang dan Vajra Acarya Shi Lianhong yang berkenan menginisiasi altar (kai guang) dan memimpin upacara apihoma perdana di vihara ini.

Dalam dharmadesana Vajra Acarya Shi Lianhong mengucapkan rasa syukur atas berkah yang dilimpahkan Mahaguru, karena selama upacara berlangsung Mahaguru berkenan hadir dan mengadhistana seluruh hadirin, Vajra Acarya Shi Lianhong juga menyampaikan bahwa Pandita Lokapalasraya Tasimun adalah seorang umat pribumi yang sangat tekun melatih diri dalam sadhana Tantra, sekarang ini ia banyak berdharma bhakti untuk membantu membabarkan dharma Tantrayana Zhenfo Zong, khususnya di daerah-daerah. Ini adalah bukti bahwa Mahaguru tidak mendiskriminasi, siapapun yang tekun bersadhana maka Mahaguru akan memberkahi dan membimbingnya. Jadi kita semua harus bersyukur karena welas asih Mahaguru senantiasa menyertai kita semua, walaupun hidup di daerah terpencil sekalipun.

Vajra Acarya Shi lianhong juga menyampaikan bahwa dalam Tantrayana, upacara api homa sangat penting, karena dapat meningkatkan kesejahteraan para sadhaka, menyeberangkan arwah para leluhur, dan memiliki berkah serta pahala yang sangat besar untuk mengabulkan permohonan para sadhaka, apalagi di daerah pedesaan yang selain ekonomi masyarakatnya sangat lemah juga banyak arwah leluhur yang membutuhkan penyeberangan.

Selama jalannya upacara Vajra Acarya merasakan rasa haru yang luar biasa sampai banyak meneteskan air mata, karena ia merasakan kekuatan adhistana Mahaguru sangat besar, dan seluruh arwah leluhur yang didaftarkan terseberangkan ke sukhavatiloka. Demikian juga dengan para umat hampir semuanya merasakan haru yang mendalam. Untuk hal ini Vajra Acarya Shi Lianhong berpesan kepada Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan Indonesia yang banyak membina umat di daerah pedesaan untuk menyelenggarakan upacara homa Padmakumara di setiap vihara di desa agar dapat meningkatkan kesejahteraan umat dan para arwah laluhur terseberangkan ke alam suci.

Selesai berdharma desana Vajra Acarya dipersilahkan memotong tumpeng sebagai tanda rasa syukur atas diresmikanya Vihara Vajra Bumi Buddhaloka yang baru. Kemudian Acarya Lianhong mewakili Mahaguru memberikan abhiseka Catursarana untuk umat yang ingin bersarana pada Mahaguru dan Triratna, serta memberi abhiseka pemberkahan Padmakumara kepada seluruh umat yang hadir. Seluruh umat yang hadir merasakan sukacitta dan haru yang sangat besar karena di sebuah desa yang terpencil dapat terselenggara sebuah upacara apihoma versi Tibet yang sangat besar dengan tungku homa berada di tengah jalan, dan atas ijin dari pemerintah lingkungan setempat akses jalan ditutup.

Berkah Mahaguru selalu menyertai, ketika karma baik telah berbuah, tidak ada yang tidak mungkin, wahai para sadhaka yang budiman tekunlah bersadhana dan lakukanlah kebajikan. Semoga semua mahluk berbahagia.

Om Guru Lian Sheng Sidhi Hum.

Homapadmakumaraperdana

Last Updated on Sunday, 15 September 2013 12:00

Hits: 3328

Upacara Ratna Desana Satya Buddha dan HUT Mahaguru di VVBN

Tangerang -  Pada 19 Juni 2011, Ada yang tampak berbeda dari tiap-tiap sudut Vihara Vajra Bumi Nusantara. Ternyata pada tanggal tersebut, Vihara Vajra Bumi Nusantara akan menyambut kedatangan para umat Buddha yang akan merayakan hari ulang tahun Mahaguru Liansheng (18/5 lunar). Tampak perasaan suka cita terpancar di setiap wajah umat Buddha yang hadir saat itu.

Tepat pukul 13.00 WIB, Upacara Ratna Desana (pertobatan) Satya Buddha yang dipimpin oleh Vajra Acarya Shi Lianfei  segera dimulai. Grup Tari Barongsai yang dibawakan oleh muda-mudi Cetya Vajra Bumi Singaperbangsa, Karawang (PAZHENKA DPD Jawa Barat) dan tim pengiring kebaktian menyambut  Acarya memasuki baktisala.

Lagu Pendupaan dinyanyikan dan Acarya melakukan puja dupa. Setelah itu upacara pertobatan dimulai dengan dipandu oleh para pandita beserta seluruh tim pengiring kebaktian. Memasuki bagian pertobatan, Acarya Lianfei memandu dengan melantunkan nama Buddha, Bodhisattva, Dharmapala dan Sutra. Sekitar lebih dari 400 umat yang hadir mengikuti upacara bersujud dan bertobat dengan tulus memohon Mahaguru agar tetap menetap di dunia dan senantiasa memutar roda dharma. Selesai melakukan bagian pertobatan, upacara dilanjutkan dengan bagian ritual satwamocana dimana Acarya menyalurkan catur sarana untuk para satwa dan pelepasan satwa ke alam bebas. Upacara Ratna Desana Satya Buddha diakhiri dengan penyaluran jasa dan ditutup dengan mantra sataksara serta mantra paripurna sebagai penyempurna upacara. Kemudian Acarya memberikan dharmadesananya.

Intisari Pesan Dharma Acarya :

“Hari ini adalah hari yang berbahagia bagi seluruh umat Zhenfo Zong dimana setiap tempat ibadah Zhenfo Zong di seluruh dunia pasti akan merayakan ulang tahun Mahaguru. Ada sebuah kisah dimana ada seorang wanita wajahnya penuh dengan flag hitam, dia telah mencari banyak dokter, namun hasilnya tetap sama. Kemudian wanita tersebut bergabung menjadi relawan Vihara Vajragarbha Taiwan dengan membersihkan lantai vihara. Pada suatu malam dia bermimpi bertemu dengan Mahaguru. Tanpa disadari setelah ia terbangun wajahnya telah bersih dari flag. Acarya menambahkan karena wanita tersebut melakukannya dengan setulus hati tiada tuntutan, tanpa  disadari doanya telah terkabul. Sehingga baik untuk kita membantu di tiap tempat ibadah juga dengan setulus hati, jangan karena ada sesuatu yang di harapkan baru membantu di tempat ibadah. Banyak cara yang bisa kita lalukan untuk membantu tempat ibadah seperti bergabung dalam tim pembacaan doa untuk orang yang baru saja meninggal ataupun membantu melipat kertas sembahyang yang digunakan pada upacara. Dan masih banyak bentuk lainnya. Vihara Vajra Bumi Nusantara telah berdiri hampir 20 tahun sejak diresmikan pada tahun 1994. Dalam kurun waktu tersebut terdapat banyak umat yang telah menjadi relawan. Banyak juga yang telah menjadi relawan sejak pertama kali berdiri hingga sekarang dan ada juga yang sekeluarga membantu di vihara. Tentunya Vihara juga wajib untuk memberikan apresiasi terhadap relawan tersebut.”

Usai dharmadesana Acara, dilanjutkan dengan perayaan HUT Mahaguru ke-67. Dimana seluruh umat yang hadir menyanyikan lagu Happy Birthday dan melakuan pemotongan kue .

Acara kemudian dilanjutkan dengan beragam pertunjukan seni antara lain: Tarian daerah Puspa Wresti/Tarian Selamat Datang oleh Pazhenka DPD Banten, Tarian Dewi Seribu Tangan oleh Pazhenka DPD Jawa Barat, Tarian Kicir-kicir dan Paduan suara oleh Sekolah Minggu Buddhist Vihara Vajra Bumi Nusantara.

Selain itu juga terdapat games yang melibatkan pengurus vihara, perkumpulan orang tua murid SMB (Pujamita) dan muda-mudi yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan meningkatkan kekompakkan sesama umat Buddha.

Gamespun mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan. Terima kasih kepada seluruh umat Buddha yang telah hadir mendukung upacara ini.

Penulis: Roger | Editor: Hendry Wibowo

Last Updated on Sunday, 15 September 2013 12:27

Hits: 2540

Prev Next

10 Pahala Pelepasan Satwa

Sadhana Tantra

Pelepasan satwa (fangshen/Satwamocana) memiliki sepuluh pahala kebajikan berikut: 1. Tiada petaka akibat senjata tajam dan peperangan. 2. Berbagai kemujuran akan berkumpul. 3. Panjang usia dan sehat.Sutra Buddha mengatakan : seorang yang menjalankan sila...

Read more

Makna Bersarana

Sadhana Tantra

Bersarana adalah berlindung, bersandar, dan penyelamatan. bersarana pada Mula Acarya, bersarana pada Buddha, bersarana pada Dharma,bersarana pada Sangha, yang dinamakan Catursarana. Bersarana pada Vajra Acarya karena Mula Acarya sendiri telah mendapat...

Read more

Niat Tulus Bertemu Mahaguru

Sadhana Tantra

Niat Tulus Bertemu Mahaguru

Sebagaimana murid Zhenfo Zong lainya, saya juga mempersiapkan diri untuk menyongsong kedatangan Mahaguru Liansheng ke Indonesia dalam rangka peluncuran buku Mahaguru berbahasa Indonesia yang ke-191 berjudul ‘Ekskalasi Alam Dewa’. Selasa, tanggal...

Read more

Sembilan Langkah Pernafasan

Sadhana Tantra

Melakukan Sembilan Langkah Pernafasan sebelum memasuki samadhi bermaksud untuk menghentikan pengembaraan pikiran dengan memperhatikan pernafasan. Manfaatnya besar sekali. Ini adalah hasil penghayatan dan pengalaman saya saya (Mahaguru Liansheng) selama melatih...

Read more

Cara Penggunaan Japamala

Sadhana Tantra

Cara Penggunaan Japamala

Melakukan Sembilan Langkah Pernafasan sebelum memasuki samadhi bermaksud untuk menghentikan pengembaraan pikiran dengan memperhatikan pernafasan. Manfaatnya besar sekali. Ini adalah hasil penghayatan dan pengalaman saya saya (Mahaguru Liansheng) selama melatih...

Read more
Prev Next

Pancasila Buddhis

Sila Buddhis

Berwelas kasih tidak membunuh memandang semua makhluk hidup adalah sederajat, oleh karena itu jangan membunuh. Agama Buddha mengutamakan bahwa Buddhata itusamata, dan menganjurkan berwelas kasih untuk penyelamatan, itu sebabnya Sang...

Read more

14 Sila Dasar Tantra

Sila Buddhis

Tidak menghormati Mulacarya melalui ucapan, pikiran dan perbuatan. Penjelasan: Mulacarya mewakili Buddha membabarkan Dharma, merupakan perwujudan dari Tri Ratna. Dalam Tantrayana, Catur Sarana yang pertama adalah bersarana kepada Mulacarya, untuk itu...

Read more

Abdiguru Pancasika

Sila Buddhis

第一條:十方世界中 三世一切佛 Pasal 1 恒於灌頂師 三時伸禮奉 解釋:弟子要一日三時(日初、日中、日落),禮拜上師,憶念上師。如同三時拜佛一般的恭敬。 Penjelasan: seorang siswa harus merenungi Guru dan melakukan Namaskara kepada Guru 3 kali setiap harinya (pagi, siang, dan senja). Lakukan dengan penuh rasa hormat...

Read more

Sila Boshisattva

Sila Buddhis

6 Pelanggaran Berat 1. Membunuh Para umat yang mendalami Buddhadharma dan sebagai upasaka-upasika yang menjalani sila, sekalipun demi mendukung kebahagiaan nyawa dan jasmani, nyawa sekecil semut pun, tidak pula diperkenankan sembarang dibunuh....

Read more

Copyright by Zhenfo Zong Indonesia. All rights reserved. Powered by Auto Web Manager