Dharmaraja Liansheng Hadir di Indonesia

Setelah berselang 17 tahun, 18 Februari 2011 (Jumat), Mulacarya Zhenfo Zong Buddha Hidup Liansheng kembali hadir di Indonesia, diikuti oleh Acarya Lianji, Acarya Lianning, Acarya Lianhe, Acarya Lianfu, Acarya Lianchong, Acarya Lianyuan, dan Acarya Liandian, pukul 9 pagi terbang dari Taipei, sekitar pukul 2 sore tiba di Bandara Jakarta, menggelar jadwal pameran buku dan lukisan Buddha Hidup Liansheng dan pembabaran Dharma di tempat ibadah di 5 kota besar Indonesia dari tanggal 18 Februari hingga 4 Maret.

Dirjen Bimas Buddha Bpk. Budi Setiawan datang langsung ke bandara, beranjali dan sembah sujud pada Buddha Hidup Liansheng, menyambut dengan antusias kedatangan tamu agung. Beliau akan mengikuti seluruh rangkaian jadwal pembabaran Dharma Mahaguru di Indonesia. Ia juga memohon Mahaguru memberikan kaligrafi pusaka, Mahaguru menuliskan, "Cinta kasih dan keharmonisan, Bodhi yang sempurna", Beliau senang sekali dan berterima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Mahaguru.

Panitia penyelenggara Budaya Daden Indonesia Acarya Lianfei, Acarya Lianzu, Acarya Lianhua Huijun, Acarya Lianhong, ketua pengurus Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan Indonesia Sdri. Winarni Harsono dan staff Budaya Daden Indonesia, serta Acarya Lianrun, Acarya Lianyuan dari Indonesia, ketua pengurus Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia Sdr. Rahmat Hartanto, bahkan ribuan umat Zhenfo Zong dari berbagai tempat ibadah yang datang ke bandara menjemput dengan antusias, di lokasi terdapat 200 security lokal yang berpakaian tradisional Indonesia untuk menjaga ketertiban lokasi. Ketika Buddha Hidup Liansheng menginjak keluar bandara, seruan "Apa kabar, Mahaguru! Apa kabar, Mahaguru! Mahaguru, selamat datang di Indonesia!" tidak berhenti terus terdengar, cuaca di Indonesia sangat panas, namun antusiasi umat Zhenfo Zong lebih panas lagi.

Inilah ketiga kalinya Dharmaraja Liansheng hadir di Indonesia. Pertama kali adalah tanggal 9 Juni 1990 menggelar upacara akbar di Gedung Senayan - Jakarta, 10 Juni merayakan perjamuan terimakasih ulang tahun Mahaguru, Mahaguru menuliskan perjalanan tersebut di buku ke-90 yang berjudul Walet Terbang ke Tenggara; tahun 1994 Mahaguru datang lagi untuk meresmikan Vihara Vajra Bumi Nusantara; sekarang setelah berharap 17 tahun, di bawah undangan dari Budaya Daden Indonesia, Mahaguru akhirnya datang ke Indonesia untuk ketiga kalinya pada bulan Februari 2011.

CEO panitia penyelenggara Acarya Lianfei menyatakan, "Sebelumnya, karena merencanakan pameran buku, tim kami tidak ada mood merayakan tahun baru, dan hari ini perwakilan dari setiap daerah berbagai negara pun hadir, kita seperti merayakan tahun baru." Acarya pun dengan senang hati menyatakan, "Mahaguru Buddha Hidup Liansheng kali ini datang ke Indonesia, menghadiri pameran buku di 5 kota besar guna meningkatkan spiritual dan kebudayaan setempat. Mahaguru juga datang ke belasan tempat ibadah Zhenfo Zong setempat, memotivasi para umat tekun melatih diri dan memajukan Dharmabakti. Kita harus memohon Mahaguru Buddha Hidup Liansheng menetap di Indonesia, memohon negara ini makmur sejahtera."

18 Februari malam, perjamuan menyambut Mahaguru digelar 103 meja, Ketua Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan Indonesia Sdri. Winarni Harsono menyampaikan kata sambutan, menyambut Mahaguru Buddha Hidup Liansheng yang sudah lama dinanti-nantikan ke Indonesia, serta melaporkan pada Mahaguru bahwa sekarang dalam rangka mempropagandakan buku karya Sheng-yen Lu, telah menyeberangkan banyak orang, umat Zhenfo Zong Indonesia tidak hanya umur yang bertambah muda, malah jumlah umat pun meningkat.

Jadwal Mahaguru di Indonesia kali ini sangat padat, 19 Februari pagi sudah berangkat menuju kantor Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia, abhiseka altar dan kuil Dewa Bumi, Mahaguru juga memberikan kaligrafi pusaka "Madhatantri, Memimpin Umat Banyak, Semua Bersarana pada Buddha Sejati, Vajrayana dibabarkan." Madhatantri dengan pertunjukan tarian menyambut Mahaguru, muda-mudi Madhatantri mempertunjukkan tarian dari 5 suku yang berbeda di Indonesia menjadi tontonan paling favorit banyak orang.
Tiga poin penting ceramah Mahaguru di Madhatantri adalah "Sila Samaya", sarana Tantra itu sendiri memiliki ikrar, setelah satu sarana berarti bersarana selamanya, kita tidak boleh melanggar sila. Jika tidak menaati Samaya, kita takkan bisa mencapai keberhasilan. Sila Tantra paling berat, kita semua harus menaati Samaya Tantra. Di kantor Madhatantri, ada lebih dari 5 ribu orang menerima Abhiseka 5 Mahakarman Guruyoga dan Abhiseka Ragavidyaraja dari Mahaguru.

Dalam rangka menyambut kehadiran Dharmaraja Sang Penulis Mulacarya Zhenfo Zong Buddha Hidup Liansheng, Budaya Daden Indonesia menggelar pameran buku Sheng-yen Lu dan acara tandatangan buku secara meriah, lokasi dipilih di mal terbesar dan teramai di Jakarta, biasanya pengunjuk yang datang berkisar 10 ribu hingga 20 ribu orang, hari Sabtu Minggu pengunjung meningkat menjadi 20 ribu hingga 30 ribu orang. 19 Februari sore, jumpa pers dan acara tandatangan buku yang diselenggarakan Budaya Daden Indonesia dalam rangka kehadiran Mahaguru di Indonesia, tidak hanya lokasi dipadati pengunjung, bahkan pengunjung yang berbelanja di mal pun tertarik datang oleh pertunjukan dan pengunjung yang mengikuti tandatangan buku. Pada hari itu, wartawan dari berbagai redaksi surat kabar besar menghadiri jumpa pers dan mengajukan pertanyaan. Berikut kutipan tanya-jawab yang menarik untuk disimak:

Pers: Dari mana inspirasi Mahaguru Lu menulis 200 buku?
Mahaguru: Menetap di Seattle yang berpemandangan indah dan membosankan, jika tidak menulis buku, tidak melatih diri, maka tidak ada kerjaan.

Pers: Indonesia berpemandangan indah, maukah Mahaguru menetap di Indonesia?
Mahaguru: Taiwan sangat kotor, sangat kacau, dan sangat menyenangkan, kalau ada kesempatan juga mau menetap di Indonesia.

Pers: 220 koleksi buku Sheng-yen Lu adalah perjalanan Mahaguru dari orang awam hingga mencapai kebuddhaan, Mahaguru Lu, apa yang Anda harapkan dari para insan?
Mahaguru: Ibarat menanam, saya goreskan setiap tulisan di dalam buku, semoga bertunas dan tumbuh menjadi pohon, berbunga dan berbuah. Seperti sekarang sudah ada tanda-tanda berbunga dan berbuah.

Pers: Mahaguru Lu menulis begitu banyak buku, buku mana yang paling favorit?
Mahaguru: Buku Eskalasi Alam Dewa paling favorit! (Koleksi buku karya Master Sheng-yen Lu, buku ke-16 yang diterjemahkan Budaya Daden Indonesia yang saat ini dipropagandakan)

Pers: Apa sebabnya menulis buku ini?
Mahaguru: Buku ini adalah intisari melatih diri. Agama Buddha mengatakan Karmadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu, dari Karmadhatu naik ke Rupadhatu, kemudian naik lagi ke Arupadhatu, cara apakah yang digunakan untuk naik alam tersebut? Bagaimana meningkatkan spiritual hingga alam tertinggi? Dari dalam buku bisa ditemukan eskalasinya.

Pers: Mahaguru telah menerbitkan 220 buku, kapan buku ke-221 akan diterbitkan?
Mahaguru: Saya pribadi sehari menulis 1 artikel, buku ke-221 adalah Menari Bersama Pencerahan, tinggal 2 artikel lagi, mungkin pulang ke Taiwan, sekitar tanggal 4, 5, 6 Maret, buku ini sudah boleh rampung, terima kasih!

Pers: Bolehkah Mahaguru menuliskan ke dalam buku kesan perjalanan di Indonesia?
Mahaguru: Baiklah, di dalam buku saya pasti akan saya tulis mengenai Indonesia. Karena cahaya mentari di Indonesia sangat bagus, orangnya juga sangat ramah, negara seribu pulau lagi, juga berpemandangan indah. Dulu menulis Walet Terbang ke Tenggara sempat menulis tentang Pulau Bali, Surabaya, Bandung, dan Jakarta; saya suka 2 lagu Indonesia, pertama adalah Bengawan Solo, satu lagi adalah lagu kapal Sing Sing So.

Kali ini Buddha Hidup Liansheng hadir membabarkan Dharma, setiap surat kabar besar di Indonesia memberitakannya, termasuk Harian Sumatera Utara, Harian Medan, Yin Guang Ri Bao, Guo Ji Ri Bao, Harian Indonesia, Guo Ji Ri Bao Surabaya, Shang Bao, Shehui Kuaibao, dan lain-lain.

Selama acara tandatangan buku, wakil gubernur DKI Jakarta Prijanto hadir memberikan kata sambutan, Beliau mengatakan Mahaguru Lu adalah penulis yang sangat terkenal di seluruh dunia, Beliau sangat kagum pada Mahaguru Lu yang bebas dari kerisauan, buku yang ditulis mampu membantu spiritual insan, setiap agama pun bisa membaca buku Mahaguru Lu. Judul buku Eskalasi Alam Dewa sangat bermakna, membuat orang ingin sekali membaca isi buku ini, Beliau juga menyambut Buddha Hidup Liansheng datang ke Indonesia. Mahaguru juga memberikan buku Eskalasi Alam Dewa kepada wakil gubernur Bpk. Prijanto.

Selanjutnya adalah acara tandatangan buku Budaya Daden Indonesia, pada hari itu Mahaguru dengan ramah menandatangani buku untuk 600 orang pembaca, keesokan harinya tandatangan 720 buku, pameran buku di Jakarta kali ini telah terjual 5500 buku, koleksi buku Sheng-yen Lu disambut oleh khalayak banyak. Hanya demi mengabulkan harapan insan, pameran buku dan jadwal pembabaran Dharma Y.A. Buddha Hidup Liansheng baru dimulai!

Sumber: indonesia.tbsn.org. Penulis: Pandita Dharmaduta Ruyin

Prev Next

10 Pahala Pelepasan Satwa

Sadhana Tantra

Pelepasan satwa (fangshen/Satwamocana) memiliki sepuluh pahala kebajikan berikut: 1. Tiada petaka akibat senjata tajam dan peperangan. 2. Berbagai kemujuran akan berkumpul. 3. Panjang usia dan sehat.Sutra Buddha mengatakan : seorang yang menjalankan sila...

Read more

Makna Bersarana

Sadhana Tantra

Bersarana adalah berlindung, bersandar, dan penyelamatan. bersarana pada Mula Acarya, bersarana pada Buddha, bersarana pada Dharma,bersarana pada Sangha, yang dinamakan Catursarana. Bersarana pada Vajra Acarya karena Mula Acarya sendiri telah mendapat...

Read more

Niat Tulus Bertemu Mahaguru

Sadhana Tantra

Niat Tulus Bertemu Mahaguru

Sebagaimana murid Zhenfo Zong lainya, saya juga mempersiapkan diri untuk menyongsong kedatangan Mahaguru Liansheng ke Indonesia dalam rangka peluncuran buku Mahaguru berbahasa Indonesia yang ke-191 berjudul ‘Ekskalasi Alam Dewa’. Selasa, tanggal...

Read more

Sembilan Langkah Pernafasan

Sadhana Tantra

Melakukan Sembilan Langkah Pernafasan sebelum memasuki samadhi bermaksud untuk menghentikan pengembaraan pikiran dengan memperhatikan pernafasan. Manfaatnya besar sekali. Ini adalah hasil penghayatan dan pengalaman saya saya (Mahaguru Liansheng) selama melatih...

Read more

Cara Penggunaan Japamala

Sadhana Tantra

Cara Penggunaan Japamala

Melakukan Sembilan Langkah Pernafasan sebelum memasuki samadhi bermaksud untuk menghentikan pengembaraan pikiran dengan memperhatikan pernafasan. Manfaatnya besar sekali. Ini adalah hasil penghayatan dan pengalaman saya saya (Mahaguru Liansheng) selama melatih...

Read more
Prev Next

Pancasila Buddhis

Sila Buddhis

Berwelas kasih tidak membunuh memandang semua makhluk hidup adalah sederajat, oleh karena itu jangan membunuh. Agama Buddha mengutamakan bahwa Buddhata itusamata, dan menganjurkan berwelas kasih untuk penyelamatan, itu sebabnya Sang...

Read more

14 Sila Dasar Tantra

Sila Buddhis

Tidak menghormati Mulacarya melalui ucapan, pikiran dan perbuatan. Penjelasan: Mulacarya mewakili Buddha membabarkan Dharma, merupakan perwujudan dari Tri Ratna. Dalam Tantrayana, Catur Sarana yang pertama adalah bersarana kepada Mulacarya, untuk itu...

Read more

Abdiguru Pancasika

Sila Buddhis

第一條:十方世界中 三世一切佛 Pasal 1 恒於灌頂師 三時伸禮奉 解釋:弟子要一日三時(日初、日中、日落),禮拜上師,憶念上師。如同三時拜佛一般的恭敬。 Penjelasan: seorang siswa harus merenungi Guru dan melakukan Namaskara kepada Guru 3 kali setiap harinya (pagi, siang, dan senja). Lakukan dengan penuh rasa hormat...

Read more

Sila Boshisattva

Sila Buddhis

6 Pelanggaran Berat 1. Membunuh Para umat yang mendalami Buddhadharma dan sebagai upasaka-upasika yang menjalani sila, sekalipun demi mendukung kebahagiaan nyawa dan jasmani, nyawa sekecil semut pun, tidak pula diperkenankan sembarang dibunuh....

Read more

Copyright by Zhenfo Zong Indonesia. All rights reserved. Powered by Auto Web Manager