Upacara Apihoma Bodhisattva Ksitigarbha Dalam Memperingati Qingming

Minggu, 3 April 2011 Vihara Vajra Bumi Nusantara menggelar “Upacara Apihoma pemberkahan dan penyeberangan Bodhisattva Ksitigarbha” dalam rangka memperingati hari Qingming (Ziarah) yang mana-pada penanggalan Internasional jatuh di tanggal 5 April 2011. Upacara tersebut dipimpin oleh Vajra Acarya Shi Lianhong dari Surabaya dan didampingi oleh Vajra Acarya Shi Lianfei dari Jakarta.

Pada pukul 13.00 wib, sekitar lebih dari 200 (dua ratus) umat memadati bhaktisala untuk mengikuti upacara tersebut. Tim pengiring kebaktian vihara mulai menyambut Acarya memasuki bhaktisala. Upacara dipandu oleh Pandita Lokapalasraya Tasimun dan saudara Padma David dengan tata ritual apihoma Bodhisattva Ksitigarbha. Upacara diawali dengan menjapa mantra pembersihan hingga memanjatkan Sutra Raja Agung Bodhisattva Avalokitesvara, kemudian memasuki tahap inti dengan membentuk mudra Bodhisattva Ksitigarbha, umat dipandu melakukan visualisasi kehadiran Bodhisattva Ksitigarbha dan kemudian dilanjutkan dengan menjapa mantra adhinata upacara Bodhisattva Ksitigarbha.

Acarya kemudian memberkati sarana puja dan kayu homa, melakukan pemberkatan dengan pemutaran japamala, melakukan simabhandana pada tungku homa, kemudian menyalakan apihoma. Barisan pengiring kebaktian mengantar sarana puja yang telah diberkati Acarya ke dalam api homa, Acarya memperagakan mudra diiringi dengan penjapaan mantra Bodhisattva Ksitigarbha.

Selesai upacara dalam dharmadesana Acarya Lianfei menyampaikan bahwa sadhana Tantra Satya Buddha terdiri dari sadhana lokuttara dan sadhana lokyatara. Salah satu contohnya adalah di rumah setiap orang ada anggota yang tidak kelihatan yang dikenal dengan Dewa Bumi. Seorang umat berbincang-bincang dengan saya di tempat usahanya, dia mengatakan ada kejadian aneh di lantai 3, saya mengatakan kejadian ini justru membantu dalam urusan bisnis. Dia pun setuju akan hal itu, dan mengatakan bila ada karyawan yang melakukan hal yang merugikan maka akan terjadi semacam teguran / peringatan untuk karyawan tersebut. Saya memberitahunya “Sebenarnya itu Dewa Bumi.” Saya pun menyarankan agar umat tersebut mendaftarkan Dewa Bumi untuk bersarana. Karena setelah sarana Dewa Bumi bisa bersadhana dan di alam spiritual Dewa Bumi akan lebih cepat mencapai keberhasilan dan membantu Anda. Seluruh anggota keluarga umat tersebut telah bersarana. setelah berbincang-bincang soal dharma akhirnya dia(umat) mewakili Dewa Bumi bersarana.

Selanjutnya Acarya Lianhong dalam dharmadesananya mengungkapkan pada perayaan qingming umumnya kebanyakan orang berjiarah ke kuburan, lalu apa tujuan sebenarnya, apakah sekedar memberi persembahan, memohon pemberkahan dari leluhur, dan membakar kertas sembahyang? Dalam menyambut qingming sebagai seorang sadhaka Tantra Zhenfo Zong, seharusnya kita mengerjakan PR dengan membaca Sutra Ksitigarbha, Japa Sukavati Vyuha Dharani 1080 kali, dan melakukan penyaluran jasa untuk leluhur. Saat berjiarah ke kuburan kita boleh menjapa mantra Padmakumara, mantra Bodhisattva Ksitigarbha dan Sukavati Vyuha Dharani untuk leluhur dan saat membakar kertas sembahyang (kertas mantra / sutra) juga tugas menjapa mantra dan melakukan penyaluran jasa untuk leluhur, bukankah itu lebih baik.

Usai dharmadesana Acarya Lianhong mewakili Mahaguru memberikan abiseka catursarana untuk bersarana pada Mahaguru, Buddha, Dharma , dan Sangha. Kali ini lebih dari 60% umat yang hadir secara spontan maju kedepan untuk menerima abhiseka catursarana. Ada yang bersarana untuk dirinya sendiri, ada juga yang mewakili dewa bumi dan leluhur.

Seluruh rangkaian kegiatan di akhiri dengan pemberian abhiseka pemberkahan Bodhisattva Ksitigarbha dari Acarya Lianhong.

Prev Next

10 Pahala Pelepasan Satwa

Sadhana Tantra

Pelepasan satwa (fangshen/Satwamocana) memiliki sepuluh pahala kebajikan berikut: 1. Tiada petaka akibat senjata tajam dan peperangan. 2. Berbagai kemujuran akan berkumpul. 3. Panjang usia dan sehat.Sutra Buddha mengatakan : seorang yang menjalankan sila...

Read more

Makna Bersarana

Sadhana Tantra

Bersarana adalah berlindung, bersandar, dan penyelamatan. bersarana pada Mula Acarya, bersarana pada Buddha, bersarana pada Dharma,bersarana pada Sangha, yang dinamakan Catursarana. Bersarana pada Vajra Acarya karena Mula Acarya sendiri telah mendapat...

Read more

Niat Tulus Bertemu Mahaguru

Sadhana Tantra

Niat Tulus Bertemu Mahaguru

Sebagaimana murid Zhenfo Zong lainya, saya juga mempersiapkan diri untuk menyongsong kedatangan Mahaguru Liansheng ke Indonesia dalam rangka peluncuran buku Mahaguru berbahasa Indonesia yang ke-191 berjudul ‘Ekskalasi Alam Dewa’. Selasa, tanggal...

Read more

Sembilan Langkah Pernafasan

Sadhana Tantra

Melakukan Sembilan Langkah Pernafasan sebelum memasuki samadhi bermaksud untuk menghentikan pengembaraan pikiran dengan memperhatikan pernafasan. Manfaatnya besar sekali. Ini adalah hasil penghayatan dan pengalaman saya saya (Mahaguru Liansheng) selama melatih...

Read more

Cara Penggunaan Japamala

Sadhana Tantra

Cara Penggunaan Japamala

Melakukan Sembilan Langkah Pernafasan sebelum memasuki samadhi bermaksud untuk menghentikan pengembaraan pikiran dengan memperhatikan pernafasan. Manfaatnya besar sekali. Ini adalah hasil penghayatan dan pengalaman saya saya (Mahaguru Liansheng) selama melatih...

Read more
Prev Next

Pancasila Buddhis

Sila Buddhis

Berwelas kasih tidak membunuh memandang semua makhluk hidup adalah sederajat, oleh karena itu jangan membunuh. Agama Buddha mengutamakan bahwa Buddhata itusamata, dan menganjurkan berwelas kasih untuk penyelamatan, itu sebabnya Sang...

Read more

14 Sila Dasar Tantra

Sila Buddhis

Tidak menghormati Mulacarya melalui ucapan, pikiran dan perbuatan. Penjelasan: Mulacarya mewakili Buddha membabarkan Dharma, merupakan perwujudan dari Tri Ratna. Dalam Tantrayana, Catur Sarana yang pertama adalah bersarana kepada Mulacarya, untuk itu...

Read more

Abdiguru Pancasika

Sila Buddhis

第一條:十方世界中 三世一切佛 Pasal 1 恒於灌頂師 三時伸禮奉 解釋:弟子要一日三時(日初、日中、日落),禮拜上師,憶念上師。如同三時拜佛一般的恭敬。 Penjelasan: seorang siswa harus merenungi Guru dan melakukan Namaskara kepada Guru 3 kali setiap harinya (pagi, siang, dan senja). Lakukan dengan penuh rasa hormat...

Read more

Sila Boshisattva

Sila Buddhis

6 Pelanggaran Berat 1. Membunuh Para umat yang mendalami Buddhadharma dan sebagai upasaka-upasika yang menjalani sila, sekalipun demi mendukung kebahagiaan nyawa dan jasmani, nyawa sekecil semut pun, tidak pula diperkenankan sembarang dibunuh....

Read more

Copyright by Zhenfo Zong Indonesia. All rights reserved. Powered by Auto Web Manager