Upacara Homa Pertama Cetya Vajra Bumi Singaperbangsa

Cetyavajrabumisingaperbangsa

Setelah direncanakan sekian lama, akhirnya rencana Cetya Vajra Bumi Singaperbangsa (CVBS), Karawang untuk menyelenggarakan sebuah Upacara Api Homa untuk memberkati Cetya, para umat se-Dharma serta memutar Dharmachakra dapat terwujud. Tepatnya, setelah dilakukan renovasi pada Dharmasala Cetya beberapa bulan sebelumnya. Kalau di Vihara-Vihara Vajragarbha (Lei Zang Si) sudah biasa untuk menyelenggarakan sebuah Upacara Dharma, maka ini merupakan pengalaman yang pertama bagi CVBS (Baoyan Tongxiuhui).

Adinata yang dipilih pada Api Homa pertama ini adalah Maha Padmakumara Putih, sekaligus memohon adhistana Maha Mula Acarya Liansheng untuk cetya, karena Beliau merupakan manifestasi dari Arya Maha Padmakumara Putih. Para umat yang antusias, sejak pagi hari sudah datang membantu membersihkan dan menyiapkan arena Upacara serta Dharmasala dalam.

Pada tanggal 4 Juni 2011 jam 16.00 WIB, Upacara Api Homa dimulai. Vajra Acarya Shi Lianfei yang diundang dari Jakarta selaku vajra Acarya Upacarika memimpin Upacara Dharma. Turut serta Pandita Dharmaduta Chiu Cin, Pandita Lokapalasraya Tasimun dan Yuang Hong dari Tangerang dan Jakarta. Juga hadir tokoh Zhenfo Zong Kasogatan dari Karawang, yaitu Romo Pandita Sunaryo Agus, BA.

Para umat serempak memanjatkan Mantra Hati Guru mengiringi prosesi penjemputan Vajra Acarya. Setelah memasuki Dharmasala, terlebih dahulu Acarya Lianfei melakukan Pemberkatan Altar Mandala dan Pratima (inisiasi). Acarya mempersembahkan dupa, yang dihaturkan oleh Ketua Vihara sdr. Tan Su kiat. Kemudian Puja Api Homa pun dimulai, umat dengan perhatian penuh memanjatkan Sutra dan Mantra serta bermeditasi.

Setelah Upacara Api Homa selesai, V.A. Lianfei terlebih dahulu mengajak umat beranjali menghaturkan sembah puja kepada Maha Mula Acarya Liansheng dan Sang Triratna, Adinata Api Homa Maha Arya Padmakumara Putih, Para Budha Bodhisattva Mahasattva di altar mandala, serta menyampaikan selamat atas direnovasinya bangunan Dharmasala dan menghimbau agar umat senantiasa mendukung perkembangan Cetya. Walaupun baru selesai direnovasi, setiap Puja Bakti rutin umat yang hadir sudah hampir tidak muat lagi. Dan juga Acarya mengucapkan selamat atas Upacara Dharma yang pertama kali digelar di CVBS.

Dalam Dharmadesana, V.A. Menerangkan bahwa apabila diadakan Upacara Dharma secara berkala maka hal ini akan bermanfaat bagi makhluk yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Juga, bila kita ingin menyebrangkan para leluhur yang telah meninggal ke alam yang lebih baik maka kita harus menuliskan namanya di formulir pendaftaran, bahtera Dharma, dan sejenisnya agar mereka dapat lebih mendapatkan manfaat Dharma.

Beda tradisi, dan beda agama itu tidak masalah untuk kita daftarkan upacara penyebrangan, karena “disana” tentunya tidak membeda-bedakan. Kita sebagai yang masih hidup jangan lupa untuk selalu melimpahkan jasa dan mendaftarkan mereka dalam Upacara Penyebrangan. Karena hal ini bukan hanya bermanfaat bagi yang sudah meninggal agar dapat terlahir di alam yang lebih baik dan alam suci, juga merupakan sebuah pahala karma baik bagi yang hidup.

Sebuah Upacara juga bermanfaat bagi yang hidup dalam hal meningkatkan rejeki (berkah), cinta kasih (tidak hanya antara 2 gender, tapi juga antara orang tua dan anak), menyembuhkan penyakit. Asal kita mengikuti upacara dengan sungguh-sungguh, dengan tata ritual Upacara Zhenfo Zong yang sangat sempurna, maka para Arya pasti hadir memancarkan cahaya.

Acarya Lianfei juga mengingatkan apabila berolahraga jangan diforsir terlalu keras, karena banyak orang yang meninggal mendadak akibat berolahraga terlalu keras. Mahaguru berpesan, bahwa kita harus menjaga tubuh ini dengan baik. Karena, dalam agama Buddha Tantrayana ini kita lewat tubuh inilah melatih diri. Alam manusia adalah alam yang paling tepat untuk melatih diri, karena suka dan duka masing-masing 50%. Alam hewan tidak tahu melath diri, alam neraka dan setan kelaparan terlalu menderita, sedangkan alam dewa terlalu menyenangkan.

Mahaguru berkata, jagalah badan ini untuk kita melatih diri. Karena, dengan meminjam badan yang semu dan tidak kekal ini kita berusaha untuk mencapai yang sejati. Namun, olahraga rutin juga perlu dilakukan. Mahaguru kita walaupun sekarang sudah umur 67, setiap hari mampu push up sebanyak 200x. Setiap duduk pun, Mahaguru selalu duduk dengan tegak karena tubuh Beliau penuh dengan prana (chi/energi). Seorang umat Tantrayana selain sehat batiniah, juga harus sehat lahiriah.

Acarya menjelaskan sedikit tentang Api Homa, di dalam Tantrayana upacara bukan hanya api homa saja. Ada Upacara Pertobatan, Argam Puja, Satwamocana, dan juga ada pemberkatan dan penyebrangan yang tidak menggunakan api homa. Api homa berkekuatan besar, karena semua persembahan di habiskan lewat api secara total, sehingga menjadi bersih tidak bersisa. Buku-buku kitab suci dan Pratima yang sudah rusak juga bisa dibakar. Bila berbahan keramik, bisa dilarung ke laut yang bersih, jangan yang kotor. Apabila ukuran pratima terlalu besar dan berbahan batu seperti di Borobudur misalnya, sehingga tidak bisa dibakar dan dilarung  Mahaguru mengajarkan bisa dikubur saja. Acarya juga menjelaskan sekilas mengenai Dewa Bumi Prtivi. Acarya Lianfei berharap mudah-mudahan lain kali bisa lebih sering datang ke Karawang.

Setelah Dharmadesana diakhiri, Vajra Acarya Lianfei mewakili Mahaguru memberikan Abhiseka Catur Sarana bagi umat baru dan memberikan Abhiseka Pemberkahan Maha Padmakumara Putih. Upacara selesai dengan sempurna.
Om Mani Padme Hum

Penulis: Bodhi Cahyana

Prev Next

10 Pahala Pelepasan Satwa

Sadhana Tantra

Pelepasan satwa (fangshen/Satwamocana) memiliki sepuluh pahala kebajikan berikut: 1. Tiada petaka akibat senjata tajam dan peperangan. 2. Berbagai kemujuran akan berkumpul. 3. Panjang usia dan sehat.Sutra Buddha mengatakan : seorang yang menjalankan sila...

Read more

Makna Bersarana

Sadhana Tantra

Bersarana adalah berlindung, bersandar, dan penyelamatan. bersarana pada Mula Acarya, bersarana pada Buddha, bersarana pada Dharma,bersarana pada Sangha, yang dinamakan Catursarana. Bersarana pada Vajra Acarya karena Mula Acarya sendiri telah mendapat...

Read more

Niat Tulus Bertemu Mahaguru

Sadhana Tantra

Niat Tulus Bertemu Mahaguru

Sebagaimana murid Zhenfo Zong lainya, saya juga mempersiapkan diri untuk menyongsong kedatangan Mahaguru Liansheng ke Indonesia dalam rangka peluncuran buku Mahaguru berbahasa Indonesia yang ke-191 berjudul ‘Ekskalasi Alam Dewa’. Selasa, tanggal...

Read more

Sembilan Langkah Pernafasan

Sadhana Tantra

Melakukan Sembilan Langkah Pernafasan sebelum memasuki samadhi bermaksud untuk menghentikan pengembaraan pikiran dengan memperhatikan pernafasan. Manfaatnya besar sekali. Ini adalah hasil penghayatan dan pengalaman saya saya (Mahaguru Liansheng) selama melatih...

Read more

Cara Penggunaan Japamala

Sadhana Tantra

Cara Penggunaan Japamala

Melakukan Sembilan Langkah Pernafasan sebelum memasuki samadhi bermaksud untuk menghentikan pengembaraan pikiran dengan memperhatikan pernafasan. Manfaatnya besar sekali. Ini adalah hasil penghayatan dan pengalaman saya saya (Mahaguru Liansheng) selama melatih...

Read more
Prev Next

Pancasila Buddhis

Sila Buddhis

Berwelas kasih tidak membunuh memandang semua makhluk hidup adalah sederajat, oleh karena itu jangan membunuh. Agama Buddha mengutamakan bahwa Buddhata itusamata, dan menganjurkan berwelas kasih untuk penyelamatan, itu sebabnya Sang...

Read more

14 Sila Dasar Tantra

Sila Buddhis

Tidak menghormati Mulacarya melalui ucapan, pikiran dan perbuatan. Penjelasan: Mulacarya mewakili Buddha membabarkan Dharma, merupakan perwujudan dari Tri Ratna. Dalam Tantrayana, Catur Sarana yang pertama adalah bersarana kepada Mulacarya, untuk itu...

Read more

Abdiguru Pancasika

Sila Buddhis

第一條:十方世界中 三世一切佛 Pasal 1 恒於灌頂師 三時伸禮奉 解釋:弟子要一日三時(日初、日中、日落),禮拜上師,憶念上師。如同三時拜佛一般的恭敬。 Penjelasan: seorang siswa harus merenungi Guru dan melakukan Namaskara kepada Guru 3 kali setiap harinya (pagi, siang, dan senja). Lakukan dengan penuh rasa hormat...

Read more

Sila Boshisattva

Sila Buddhis

6 Pelanggaran Berat 1. Membunuh Para umat yang mendalami Buddhadharma dan sebagai upasaka-upasika yang menjalani sila, sekalipun demi mendukung kebahagiaan nyawa dan jasmani, nyawa sekecil semut pun, tidak pula diperkenankan sembarang dibunuh....

Read more

Copyright by Zhenfo Zong Indonesia. All rights reserved. Powered by Auto Web Manager